Debat capres model Amerika Serikat (AS) yang kita tiru secara mentah-mentah jelas bukan kebudayaan kita. Maka aneh kalau kita mengharapkan bahwa para capres itu dalam debatnya di televisi supaya saling menyerang, menggunakan tutur kata yang tajam dan cara serta gaya seperti Obama lawan McCain.
Berbeda dengan sangat banyak orang, saya berpendapat bahwa ditinjau dari sudut cara dan gaya berbicara, pemilihan kata-kata yang santun, sikap yang saling tidak menyerang dan tidak mengecilkan lawannya sangat menggembirakan. Mengapa? Karena walaupun para organisatornya debat capres ingin menjadikan para capres jangkrik-jangkrik yang diadu dan dipertontonkan kepada publik, mereka ternyata masih orang Timur, masih orang Indonesia yang memang lebih perasa dibandingkan dengan orang Barat. Kita tidak bisa mengatakan bahwa cara adu gagasan dan argumentasi gaya Barat lebih baik atau lebih buruk daripada cara orang Timur. Hanya berbeda. Tidak bisa semuanya ditiru.
Lanjutkan membaca Debat Capres Indonesia Bukan Adu Jangkrik →