{"id":570,"date":"2013-09-23T11:16:39","date_gmt":"2013-09-23T04:16:39","guid":{"rendered":"http:\/\/kwikkiangie.com\/v1\/?p=570"},"modified":"2013-09-25T14:49:45","modified_gmt":"2013-09-25T07:49:45","slug":"djadjang-dan-mamad-heboh-tentang-ken-dan-bernanke","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kwikkiangie.com\/v1\/2013\/09\/djadjang-dan-mamad-heboh-tentang-ken-dan-bernanke\/","title":{"rendered":"DJADJANG DAN MAMAD HEBOH TENTANG KEN DAN BERNANKE"},"content":{"rendered":"<p align='justify'>Pagi ini, tanggal 19  September 2013 Djadjang dan Mamad berdebat tentang melonjaknya IHSG dan  beberapa saham, terutama <em>blue chips<\/em>.  Semua media massa yang menggunakan ICT segera memberitakan bahwa Gubernur Bank  Sentral AS Bernanke mengumumkan penundaannya melakukan <em>tampering<\/em>. Atas gaduhnya pemberitaan dan melonjaknya IHSG, Djadjang  (Dj) dan Mamad (M) berdiskusi sebagai berikut. Dj tidak bersekolah sampai  perguruan tinggi, tetapi banyak membaca dan banyak mengetahui kondisi lapangan.  M lulusan S-3.<\/p>\n<p><!--more--> <\/p>\n<p align='justify'><strong>M<\/strong> : Djang, Amerika ini memang  luar biasa hebatnya. Walaupun terkena krisis berat sejak tahun 2008 dengan  meledaknya Wall Street, pengaruhnya masih demikian dahsyat terhadap  perekonomian Indonesia. Mendadak saja IHSG dan nilai tukar rupiah hancur ketika  Bernanke mengumumkan akan mulai dengan <em>tampering<\/em>.  Tetapi dalam hitungan menit mendadak melonjak luar biasa ketika dia mengumumkan  akan menunda <em>tampering<\/em>. <\/p>\n<p align='justify'><strong>Dj<\/strong> : Kamu kan anggota KEN. Belum  lama berselang dikatakan bahwa ekonomi Indonesia akan menjadi lima terbesar di  dunia di tahun 2025. Setelah itu dikatakan terus menerus bahwa fundamental  ekonomi Indonesia sangat kuat. Indonesia menjadi <em>darling<\/em>-nya investor asing, dollar masuk dengan deras, IHSG  meningkat dan rupiah menguat.<\/p>\n<p align='justify'><strong>M<\/strong> : Memang, tapi pengaruh  Amerika kan sejak kapanpun luar biasa dahsyatnya ? Kalau mereka melakukan <em>tampering<\/em>, yang berarti bahwa  pengeluaran sebesar USD 85 milyar setiap bulannya dikurangi, ya matilah kita.<\/p>\n<p align='justify'><strong>Dj<\/strong> : Baru beberapa menit  Bernanke bilang akan mulai dengan <em>tampering<\/em>,  langsung hancur. Lantas ketika mengatakan toh ditunda saja, langsung melonjak.  Sorenya hancur lagi. Aku mengamati pada tanggal 18 September sore hari harga  saham Astra Rp. 6.100. Keesokan paginya, begitu BEI dibuka lompat sampai Rp.  7.400. Sore harinya pada penutupan BEI turun lagi menjadi Rp. 6.100 lagi. Yang  aku tidak mengerti Mad, pengeluaran oleh pemerintah AS, yang terkenal di dunia  dengan sebutan QE atau <em>Quantitative  Easing<\/em> itu kan diserap oleh ekonomi AS sendiri dulu. Efek sampingannya baru  mengalir keluar. Itupun kalau uang pemerintah dipakai untuk mengimpor barang.  Tapi kalau ternyata dampaknya meningkatkan daya beli rakyat Amerika, agar  produk-produk industrinya sendiri lebih laku, Indonesia kan tidak dapat aliran  dananya ?<\/p>\n<p align='justify'>Lantas yang aku heran  lagi, kalaupun banyak dari pengeluaran dollar oleh pemerintah Amerika yang  mengalir ke Indonesia, kan butuh waktu ? Dampaknya kan tidak dalam hitungan  jam-jaman atau bahkan menitan ?<\/p>\n<p align='justify'><strong>M<\/strong> : Bisa Djang, buktinya kan  begitu ? Dalam ekonomi faktor psikologis itu memegang peran sangat penting.  Jadi orang yang pegang saham dan rupiah reaksinya terhadap ucapan-ucapan  Bernanke langsung menit itu juga.<\/p>\n<p align='justify'><strong>Dj<\/strong> : Kalau begitu apakah yang  diprediksi oleh KEN bisa terwujud ?<\/p>\n<p align='justify'><strong>M<\/strong> : Bisa, karena fundamentalnya  memang kuat betul. Reaksi tadi kan psikologis yang hanya mencuat pada gejolak  naik turun yang drastis, tapi durasinya sangat singkat.<\/p>\n<p align='justify'><strong>Dj<\/strong> : Yang aku lihat di lapangan  tidak begitu. Aku kan main saham terus. Saham-saham <em>blue chips<\/em> yang naik turunnya terkait cukup kuat dengan naik  turunnya IHSG, naik turunnya itu diatur oleh investor asing. Mereka merupakan  70% dari seluruh volume perdagangan di BEI. Maka informasi tentang apakah asing <em>net buy<\/em> atau <em>net sell<\/em> menjadi acuan sangat penting buat orang-orang lapangan.<\/p>\n<p align='justify'><strong>M<\/strong> : Coba jelaskan garis besarnya  saja bagaimana prosesnya ?<\/p>\n<p align='justify'><strong>Dj<\/strong> : Kita mulai dari IHSG 3.000.  Asing merasa sudah waktunya membeli terus yang mengakibatkan kenaikan IHSG,  karena pembeliannya membuat permintaan melampaui penawaran, terutama kalau  mereka berani bayar yang diminta oleh yang menawarkan sahamnya. Maka akan naik  terus sampai 4.500. Ketika itu, harga pokok rata-rata kan (3.000 + 4.500) : 2 =  3.750 ? Ketika IHSG mencapai 4.500,  asing menentukan sudah waktunya menjual. Dengan menjual  harga menurun terus. Mereka atur supaya ketika IHSG turun sampai 3.750, seluruh  sahamnya sudah habis terjual. Mereka merealisasi labanya. Supaya jelas aku  gambar sebagai berikut:<\/p>\n<p align='center'><img src='http:\/\/kwikkiangie.com\/v1\/wp-content\/uploads\/2013\/09\/grafik-Djajang-Mamad.jpg'><\/p>\n<p align='justify'>Mereka tunggu. Kalau  waktu yang ditentukan sudah tiba mereka mulai membeli lagi. Jadi jual beli ini  atas dasar strategi dan perhitungan rugi\/laba. Tidak atas dasar pemerintah AS  mengeluarkan uang atau tidak. Jumlah uang yang dipakai oleh para <em>fund managers<\/em> asing untuk jual beli di  BEI, buat perusahaan mereka sangat-sangat kecil. Mereka tidak perlu siraman  uang dari Bernanke untuk mengombang-ambingkan BEI.<\/p>\n<p align='justify'>Pola mereka bermain  seperti yang digambarkan di atas dapat kita kenali sejak Bursa Efek kita  diliberalisasi di bawah pimpinan Marzuki Usman sebagai Ketua Bapepam. Coba  pelajari statistiknya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pagi ini, tanggal 19 September 2013 Djadjang dan Mamad berdebat tentang melonjaknya IHSG dan beberapa saham, terutama blue chips. Semua media massa yang menggunakan ICT segera memberitakan bahwa Gubernur Bank Sentral AS Bernanke mengumumkan penundaannya melakukan tampering. Atas gaduhnya pemberitaan dan melonjaknya IHSG, Djadjang (Dj) dan Mamad (M) berdiskusi sebagai berikut. Dj tidak bersekolah sampai [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4,21],"tags":[],"class_list":["post-570","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ekonomi","category-ihsg"],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kwikkiangie.com\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/570","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kwikkiangie.com\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kwikkiangie.com\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kwikkiangie.com\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kwikkiangie.com\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=570"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/kwikkiangie.com\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/570\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":577,"href":"https:\/\/kwikkiangie.com\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/570\/revisions\/577"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kwikkiangie.com\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=570"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kwikkiangie.com\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=570"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kwikkiangie.com\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=570"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}