{"id":437,"date":"2012-04-11T15:33:15","date_gmt":"2012-04-11T08:33:15","guid":{"rendered":"http:\/\/kwikkiangie.com\/v1\/?p=437"},"modified":"2012-04-11T15:50:34","modified_gmt":"2012-04-11T08:50:34","slug":"kreativitas-fiskal-dan-pembodohan-terhadap-masyarakat-bagian-2-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kwikkiangie.com\/v1\/2012\/04\/kreativitas-fiskal-dan-pembodohan-terhadap-masyarakat-bagian-2-2\/","title":{"rendered":"Kreativitas Fiskal dan Pembodohan Terhadap Masyarakat (Bagian 2)"},"content":{"rendered":"<style type=\"text\/css\">\n<!--\n.style4 {color: #996666}\n.style5 {color: #0099FF}\n.style6 {color: #FF0000}\n-->\n<\/style>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><strong>Oleh: Anthony Budiawan<br \/>\nDirektur Eksekutif \u2013 Indonesia Institute for Financial and Economic Advancement (IIFEA)<br \/>\nRektor \u2013 Institut Bisnis dan Informatika Indonesia (IBII)<\/strong><\/em><br \/>\n<a href=\"http:\/\/kwikkiangie.com\/v1\/wp-content\/uploads\/2012\/04\/Kreativitas-Fiskal-dan-Pembodohan-Terhadap-Masyarakat-Bagian-2.pdf\"><em>Download Artikel<\/em><\/a><\/p>\n<p align=\"justify\">Selang akhir tahun, harga Produk MB di pasar  internasional naik lagi dengan pesat dan pada puncaknya mencapai Rp 3.000 per  unit. Pembantu Sultan yang menangani masalah keuangan diminta nasehatnya mengenai  dampak kenaikan harga Produk MB di pasar internasional terhadap keuangan  Sultan. <\/p>\n<p><!--more--><\/p>\n<p align=\"justify\">Pembantu Keuangan Sultan mengerti keinginan  Sultan bahwa harga jual Produk MB kepada PT Pert-MB adalah berdasarkan harga  internasional, yaitu Rp 3.000 per unit, tetapi, harga jual dari PT Pert-MB  kepada masyarakat adalah Rp 1.000 per unit (yang disebut sebagai harga  ber-\u201csubsidi\u201d). Harga jual Produk MB kepada PT Pert-MB dengan harga pasar  internasional, meskipun hanya sebagai ilusi, sudah dilakukan sejak lama (karena  itulah yang selalu dikatakan oleh Pembantu Keuangan terdahulu, dengan alasan  bahwa Sultan sesungguhnya dapat menjual Produk MB di luar negeri dengan harga  pasar internasional karena Produk MB sudah menjadi komoditas vital dunia yang  paling dicari).<\/p>\n<p align=\"justify\">Atas dasar asumsi harga jual tersebut, Pembantu  Keuangan Sultan kemudian menghitung, dan sangat terkejut sekali melihat hasil  hitungannya sendiri. Dengan tergopoh-gopoh, Pembantu Keuangan menghadap Sultan  dan mengatakan apabila Sultan tidak menaikkan harga MB di dalam negeri maka  Sultan akan mengalami kesulitan keuangan, alias keuangan Sultan akan jebol,  karena Sultan harus menanggung beban \u201dSubsidi MB\u201d yang sangat luar biasa  besarnya, yaitu dari Rp 108.000 menjadi Rp 150.000, naik hampir 50%, seperti  terlihat dalam perhitungan berikut:<\/p>\n<p><strong><u>Pembukuan  PT Pert-MB<\/u><\/strong><\/p>\n<table width=\"600\" border=\"0\" cellspacing=\"0\" cellpadding=\"0\">\n<tr>\n<td>Penjualan MB kepada masyarakat<\/td>\n<td>Rp\u00a0\u00a0 70.000 (70 unit @ Rp 1.000)<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Pembelian MB dari Sultan<\/td>\n<td><u>Rp  210.000<\/u> (70 unit @ Rp 3.000) -\/-<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span class=\"style6\">Rugi<\/span>  Penjualan sebelum Biaya Operasional<\/td>\n<td>Rp  140.000<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Biaya Operasional (Logistik, Distribusi, dll)<\/td>\n<td><u>Rp\u00a0 \u00a010.000<\/u> +\/+<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span class=\"style6\">Total kerugian<\/span> yang harus di-\u201csubsidi\u201d<\/td>\n<td>Rp  150.000<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td height=\"20\"><span class=\"style4\">\u201cSubsidi\u201d dari Sultan<\/span><\/td>\n<td><span class=\"style4\"><u>Rp  150.000<\/u> -\/-<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Total<\/td>\n<td>Rp\u00a0 0 (nihil)<\/td>\n<\/tr>\n<\/table>\n<p><\/p>\n<p align=\"justify\">Melihat hasil perhitungan tersebut, Sultan  langsung tampil di depan publik dan berpidato (sambil berkeluh kesah) bahwa  sekarang ini keuangan Sultan sedang mengalami permasalahan yang sangat serius  akibat kenaikan harga Produk MB di pasar internasional. Beban \u201cSubsidi MB\u201d yang  harus ditanggung oleh Sultan menjadi sangat berat, dan oleh karena itu, Sultan  berharap Rakyat RI dapat memakluminya apabila harga Produk MB di dalam negeri dengan  terpaksa dinaikkan untuk menyelamatkan keuangan Sultan, seraya menambahkan:  \u201cSultan mana yang senang atau gembira menaikkan harga MB di pasar domestik?\u201d <\/p>\n<p align=\"justify\">Sekali lagi, ekonom KKG terheran-heran  dibuatnya, dan tidak mengerti bagaimana kondisi di dalam negeri yang tidak  berubah dapat mengakibatkan \u201cSubsidi MB\u201d meningkat seiring dengan meningkatnya  harga internasional. Berdasarkan perhitungannya, Produk MB itu merupakan hasil  dari tanah nan subur milik sendiri, milik Rakyat RI, oleh karena itu, tidak ada  hubungannya dengan Produk MB di luar negeri, dan tidak ada hubungannya dengan  gejolak harga internasional. KKG sempat berpikir, apa saya yang bodoh sehingga tidak  dapat mengikuti perhitungan yang disajikan oleh Para Pembantu Sultan.<\/p>\n<p align=\"justify\">Dengan rasa heran dan penuh rasa ingin tahu, KKG  sekali lagi mengintip Nota Keuangan Sultan yang terbaru. Setelah  mempelajarinya, KKG terperangah karena melihat fakta bahwa sebenarnya Sultan  masih mengalami Laba (atau Surplus) sebesar Rp 60.000, persis sesuai prediksinya,  yaitu surplus tersebut tidak mengalami perubahan apapun dibandingkan dengan  kondisi sebelumnya. KKG mengutip hitungan dalam Nota Keuangan Sultan terkait Produk  MB yang kemudian disajikan seperti berikut ini:<\/p>\n<p><strong><u>Nota  Keuangan Sultan terkait Produk MB<\/u><\/strong><\/p>\n<table width=\"600\" border=\"0\" cellspacing=\"0\" cellpadding=\"0\">\n<tr>\n<td>Pendapatan (dari PT Pert-MB)<\/td>\n<td>Rp 210.000  (70 unit @ Rp 3.000)<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span class=\"style4\">\u201cSubsidi MB\u201d (kepada PT  Pert-MB)<\/span><\/td>\n<td><span class=\"style4\"><u>Rp  150.000<\/u> (lihat pembukuan PT Pert-MB di atas) -\/-<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span class=\"style5\">Laba (Surplus)<\/span><\/td>\n<td><span class=\"style5\">Rp\u00a0\u00a0 60.000<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/table>\n<p><\/p>\n<p align=\"justify\">Tetapi, siapa yang mau mendengar KKG yang  dianggap oleh banyak kalangan tidak mengerti permasalahan keuangan negara yang  sangat rumit. Melalui Perwakilan Para Rakyat, maka disetujui harga Produk MB di  pasar domestik naik dari Rp 1.000 per unit menjadi Rp 1.500 per unit untuk  mempersempit perbedaan harga domestik dengan harga internasional, <strong><u>demi menyelamatkan<\/u><\/strong> Anggaran  Keuangan Sultan.<\/p>\n<p align=\"justify\">Menurut Pembantu Keuangan Sultan, dampak kenaikan  harga domestik tersebut dapat mengurangi \u201cSubsidi MB\u201d dari Rp 150.000 menjadi  Rp 115.000 (lihat hitungan di bawah), tetapi tetap lebih tinggi dari jumlah  \u201csubsidi\u201d sebelumnya yang sebesar Rp 108.000.<\/p>\n<p><strong><u>Pembukuan  PT Pert-MB<\/u><\/strong><\/p>\n<table width=\"600\" border=\"0\" cellspacing=\"0\" cellpadding=\"0\">\n<tr>\n<td>Penjualan MB kepada masyarakat<\/td>\n<td>Rp 105.000 (70 unit @  Rp 1.500)<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Pembelian MB dari Sultan<\/td>\n<td><u>Rp  210.000<\/u> (70 unit @ Rp 3.000) -\/-<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span class=\"style6\">Rugi<\/span>  Penjualan sebelum Biaya Operasional<\/td>\n<td>Rp  105.000<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Biaya Operasional (Logistik, Distribusi, dll)\u00a0<\/td>\n<td><u>Rp\u00a0 \u00a010.000<\/u> +\/+<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span class=\"style6\">Total kerugian<\/span> yang harus di-\u201csubsidi\u201d<\/td>\n<td>Rp  115.000<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span class=\"style4\">\u201cSubsidi\u201d dari Sultan<\/span><\/td>\n<td><span class=\"style4\"><u>Rp  115.000<\/u> -\/-<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Total<\/td>\n<td>Rp\u00a0 0 (nihil)<\/td>\n<\/tr>\n<\/table>\n<p><\/p>\n<p align=\"justify\" style=\"text-align: justify;\">Secara  diam-diam, karena masih merasa tidak mengerti alur pikirin Sultan serta  pembantunya terkait \u201cSubsidi MB\u201d, sekali lagi KKG mencoba melihat dampak  kenaikan harga Produk MB di pasar domestik terhadap Nota Keuangan Sultan, dan menemukan  sebagai berikut:<\/p>\n<p><strong><u>Nota  Keuangan Sultan terkait Produk MB<\/u><\/strong><\/p>\n<table width=\"600\" border=\"0\" cellspacing=\"0\" cellpadding=\"0\">\n<tr>\n<td>Pendapatan (dari PT Pert-MB)<\/td>\n<td>Rp 210.000  (70 unit @ Rp 3.000)<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span class=\"style4\">\u201cSubsidi MB\u201d (kepada PT Pert-MB)<\/span><\/td>\n<td><span class=\"style4\"><u>Rp 115.000<\/u> (lihat pembukuan PT  Pert-MB di atas)<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span class=\"style5\">Laba (Surplus)<\/span><\/td>\n<td><span class=\"style5\">Rp\u00a0\u00a0 95.000<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/table>\n<p><\/p>\n<p align=\"justify\">Ternyata, setelah  kenaikan harga Produk MB di pasar domestik menjadi Rp 1.500 per unit, Laba  (Surplus) yang diperoleh Sultan mengalami kenaikan dari Rp 60.000 (sebelum  kenaikan harga) menjadi Rp 95.000. Kenaikan Surplus ini sebesar kenaikan harga  domestik dikalikan jumlah unit penjualan (Rp 500 x 70 unit = Rp 35.000).<\/p>\n<p align=\"justify\">KKG melihat bahwa konsep penyusunan anggaran  seperti yang disajikan oleh Sultan dengan istilah \u201cSubsidi\u201d merupakan  pembodohan yang luar biasa terhadap masyarakat, karena sebenarnya Sultan  mengalami Surplus dari pengeloaan tanah yang dilakukan Mitra Asing yang  menghasilkan Produk MB, meskipun harga jual di dalam negeri lebih rendah dari  harga internasional. Oleh karena itu, istilah \u201cSubsidi MB\u201d dapat dikatakan  pembohongan besar terhadap masyarakat.<\/p>\n<p>Intinya, KKG mengatakan bahwa pengeluaran \u201cSubsidi MB\u201d  dalam Anggaran Belanja Sultan adalah tidak riil karena tidak ada uang yang  dikeluarkan. \u201cSubsidi MB\u201d ini akan dikompensasikan dengan penerimaan dari PT  Pert-MB (yang juga tidak riil). Satu-satunya yang riil dalam Anggaran  Penerimaan dan Belanja Sultan adalah Surplus (atau Laba) sebesar Rp 60.000  sebelum terjadi kenaikan harga di pasar domestik, atau Rp 95.000 setelah terjadi  kenaikan harga. Tetapi, anehnya Surplus yang riil ini tidak pernah disebut  secara eksplisit di dalam Nota Keuangan Sultan, melainkan harus dicari dan  dihitung sendiri, seperti yang dilakukan oleh KKG. Benar-benar sebuah usaha pengaburan  perhitungan yang sempurna.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/kwikkiangie.com\/v1\/2012\/04\/kreativitas-fiskal-dan-pembodohan-terhadap-masyarakat-bagian-3\/\"><em>Bersambung  ke Bagian 3 &#8230;..<\/em><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Anthony Budiawan Direktur Eksekutif \u2013 Indonesia Institute for Financial and Economic Advancement (IIFEA) Rektor \u2013 Institut Bisnis dan Informatika Indonesia (IBII) Download Artikel Selang akhir tahun, harga Produk MB di pasar internasional naik lagi dengan pesat dan pada puncaknya mencapai Rp 3.000 per unit. Pembantu Sultan yang menangani masalah keuangan diminta nasehatnya mengenai dampak &hellip; <a href=\"https:\/\/kwikkiangie.com\/v1\/2012\/04\/kreativitas-fiskal-dan-pembodohan-terhadap-masyarakat-bagian-2-2\/\" class=\"more-link\">Lanjutkan membaca <span class=\"screen-reader-text\">Kreativitas Fiskal dan Pembodohan Terhadap Masyarakat (Bagian 2)<\/span> <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4,8],"tags":[],"class_list":["post-437","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ekonomi","category-subsidi-bbm"],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kwikkiangie.com\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/437","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kwikkiangie.com\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kwikkiangie.com\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kwikkiangie.com\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kwikkiangie.com\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=437"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/kwikkiangie.com\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/437\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":452,"href":"https:\/\/kwikkiangie.com\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/437\/revisions\/452"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kwikkiangie.com\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=437"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kwikkiangie.com\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=437"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kwikkiangie.com\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=437"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}