{"id":781,"date":"2014-03-05T09:06:23","date_gmt":"2014-03-05T02:06:23","guid":{"rendered":"http:\/\/kwikkiangie.com\/v1\/?p=781"},"modified":"2014-03-05T09:06:23","modified_gmt":"2014-03-05T02:06:23","slug":"platform-presiden-2014-4-pertanian-transmigrasi-dan-ketahanan-pangan","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/kwikkiangie.com\/v1\/2014\/03\/platform-presiden-2014-4-pertanian-transmigrasi-dan-ketahanan-pangan\/","title":{"rendered":"Platform Presiden 2014 (4) PERTANIAN, TRANSMIGRASI DAN KETAHANAN PANGAN"},"content":{"rendered":"<p>Masalah Pertanian, Transmigrasi dan Ketahanan Pangan  tidak dapat dipisahkan yang satu dengan lainnya. Ketiga hal ini saling  berkaitan. Karena itu kami satukan dalam satu bab.<\/p>\n<p>Berbicara tentang pertanian, kendala utama adalah  pemilikan lahan oleh petani kita. Petani yang memiliki tanah sendiri tidak  banyak. Dan yang dimiliki oleh para petani juga rata-rata hanya sekitar 0,3  hektar saja, yang jelas tidak optimal, bahkan tidak mencukupi hasilnya guna  memperoleh tingkat hidup yang sebagaimana mestinya.<\/p>\n<p><!--more--><\/p>\n<p>Indonesia, terutama di luar pulau Jawa, tanahnya  melimpah. Karena itu transmigrasi sangat penting, agar penduduk disebar secara  merata pada tanah-tanah yang subur. Pentingnya transmigrasi sudah sangat  dikenali sejak Indonesia merdeka. Dalam era Presiden Soeharto yang panjang,  transmigrasi dilaksanakan dengan sungguh-sungguh.<\/p>\n<p>Jadi kepemilikan lahan pertanian oleh para petani dengan  luas tanah yang<br \/>\n  mencukupi sangat penting, yang hanya dapat diwujudkan  dengan konsep dan kebijakan transmigrasi yang direncanakan dengan matang.<\/p>\n<p>Kalau produksi sudah memadai, tetapi pembentukan harga  hasil-hasil pertanian diserahkan sepenuhnya pada mekanisme pasar, harga yang  terbentuk bisa menjadi sangat rendah yang berarti pendapatan yang rendah buat  para petani, yang berarti bahwa para petani yang miskin dan dipertahankan  miskin dengan harga yang rendah, memberi subsidi kepada bagian dari rakyat yang  lebih kaya.<\/p>\n<p>Untuk menanggulangi masalah ini peran BULOG menjadi  sangat penting. BULOG juga sangat penting untuk menjaga kecukupan pangan.<\/p>\n<p><strong>PERTANIAN<\/strong><\/p>\n<p>Sektor ini sangat penting, karena kecuali harus dapat  memenuhi kebutuhan pangan, juga merupakan sektor yang menghidupi bagian  terbesar rakyat kita, yang sampai sekarang dibiarkan dalam kemiskinan.<\/p>\n<p>Dengan dalih bahwa hasil produksinya merupakan bahan  pokok bagi rakyat seluruhnya, maka harga harus ditentukan cukup rendah agar  terjangkau oleh seluruh rakyat, yang rata-rata pendapatannya masih rendah.<br \/>\n  Kebijakan yang perlu diberlakukan oleh Presiden terpilih  untuk periode 2014 \u2013 2019 dalam bidang pertanian adalah sebagai berikut :<\/p>\n<ul>\n<li>Pemerintah       menentukan tanah-tanah yang mutlak diperuntukkan lahan pertanian.       Tanah-tanah ini tidak boleh dialihkan fungsinya. Badan       Pertanahan Nasional membuat <em>master       plan<\/em> khusus untuk lahan-lahan pertanian yang mutlak tidak boleh       dialihkan fungsinya\n  <\/li>\n<li>Tanah yang sudah digarap sebagai lahan pertanian       tidak boleh dialihkan fungsinya.<\/li>\n<li>Petani pemilik tanah tidak diperbolehkan menjual       tanahnya kepada orang yang akan mengalihkan fungsinya menjadi tanah non       pertanian.<\/li>\n<li>Banyak lahan pertanian yang dimiliki oleh tuan-tuan       tanah yang bermukim di perkotaan. Pola yang umum berlaku yalah bahwa buruh       tani memperoleh hasil dalam naturasebesar 2\/5. Ini sangat tidak adil dan       dengan pendapatan yang demikian buruh tani tidak bisa hidup dengan layak.       Maka tanah yang digarap oleh buruh tani dibeli paksa       oleh pemerintah dengan formula yang cukup adil. Tanahnya dibiarkan digarap       oleh buruh tani dengan bagi hasil yang secara drastis menguntungkan buruh       tani. Tabungannya dapat dipakai untuk membeli tanah yang digarapnya dari       pemerintah dengan harga yang sangat terjangkau.\n  <\/li>\n<li>Masterplan tanah pertanian mencakup seluruh Indonesia,       terutama di luar Jawa yang potensinya masih besar. Pembuatan masterplan       ini, terutama yang menyangkut daerah-daerah terpencil di luar pulau Jawa       adalah pekerjaan jangka panjang.\n  <\/li>\n<li>Petani yang menggarap tanahnya sendiri, luas       rata-ratanya jauh di bawah optimal, yaitu 0,3 hektar. Pemerintah harus       melakukan <em>landreform<\/em> menyeluruh,       agar petani pemilik ini dapat diperbesar pemilikannya dengan harga yang       terjangkau.\n  <\/li>\n<\/ul>\n<p>Perhatian sangat serius dan penanganan sangat bersungguh-dungguh dalam  bidang pertanian akan merupakan masalah hidup mati buat bangsa kita, karena  harga pangan yang kecenderungannya akan terus meningkat. Ini terkait erat  dengan kenyataan bahwa banyak bahan makanan yang dikonversi menjadi energi  seperti jagung.<\/p>\n<p><strong>TRANSMIGRASI<\/strong><\/p>\n<ul type=\"disc\">\n<li>Tanah       subur dengan iklim kondusif untuk pertanian dan perkebunan yang tersebar       di seluruh kepulauan masih sangat banyak yang belum dihuni atau       penduduknya terlampau sedikit.\n  <\/li>\n<li>Pemanfaatan       tanah-tanah seperti ini tidak dapat dipisahkan dari Transmigrasi.       Transmigrasi yang sudah lama tidak terdengar lagi mulai digarap secara       sungguh-sungguh dengan titik tolak dari apa saja yang sudah pernah       dilakukan di masa lampau.\n  <\/li>\n<li>Pola transmigrasi oleh pemerintah harus dilakukan       secara profesional. Jangan segan-segan menggunakan jasa konsultan dari       negara lain yang jelas-jelas mempunyai pengetahuan dan pengalaman. \n  <\/li>\n<li>Transmigrasi tidak berarti hanya memindahkan       penduduk. Prasarananya dibangun oleh pemerintah dengan pembiayaan oleh       APBN. Pemerintah tidak boleh mendasarkan segala-galanya pada mekanisme       pasar dan tidak boleh mempunyai pandangan bahwa barang dan jasa publik       harus diserahkan kepada swasta yang keputusannya semata-mata didasarkan       atas perhitungan untung rugi.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Terpusatnya  segala-galanya di kota-kota besar, terutama di Jakarta menunjukkan betapa tiadanya kemampuan atau keinginan atau visi bahwa di  luar pulau Jawa potensi untuk kegiatan apa saja masih sangat besar, walaupun  sudah banyak yang &ldquo;dirampok&rdquo;. <\/p>\n<p><strong>KETAHANAN PANGAN DAN BULOG<\/strong><\/p>\n<p>Pemerintah harusmenjamin harga yang memadai bagi  petani untuk dapat mencukupi kehidupannya. Caranya memfungsikan BULOG untuk beras dan komoditi  pertanian yang penting lainnya.Kebijakannya  mempertahankan harga yang cukup tinggi guna memberi pendapatan yang memadai  kepada para petani. Bagaimana mekanisme kerja BULOG untuk mencapai semua tujuan  ini sudah dirumuskan sejak awal BULOG didirikan, dan disempurnakan terus.  Intinya, untuk komoditi strategis seperti beras, minyak goreng, gula dan  kebutuhan pokok lainnya BULOG membentuk dana egalisasi yang dipakai untuk  melakukan operasi pasar melalui mekanisme pasar yang ada. BULOG menggunakan  kekuatan modalnya untuk melakukan penjualan dan pembelian dengan maksud menjaga  kecukupan pangan dan kebutuhan pokok, dan menjaga stabilitas harga. Karena itu  BULOG memang diperbolehkan merugi. Biasanya, kerugian dan keuntungannya  berimbang dalam melakukan operasi pasar.<\/p>\n<p>Yang harus dijalankan sekarang agar BULOG dijaga  kebersihannya dari KKN. Caranya memberikan gaji tinggi kepada para pejabat  BULOG, tetapi menghukumnya sangat berat kalau masih berani ber-KKN.<\/p>\n<p>BULOG harus menyadari sepenuhnya bahwa perannya dalam membela rakyat banyak dan dalam  bidang  ketahanan pangan sangat krusial.  Maka Presiden akan sangat keras terhadapnya kalau lalai dan tidak berdisiplin.  BULOG hanya bisa bekerja sebagaimana mestinya kalau Tim Ekonomi tidak dogmatis  dan doktriner dengan paham mekanisme pasar yang dimutlakkan dan dipegang teguh  bagaikan agama. Kelompok  fundamentalisme pasar harus disingkirkan dari kekuasaan ekonomi.<\/p>\n<p>Kebijakan harga beras yang menjamin kehidupan yang  layak buat para petani tidak dapat dilepaskan dari kebijakan pengaturan lahan  dalam kerangka yang lebih luas, atau kebijakan tata ruang. Caranya telah  dikemukakan dalam paragraf sebelumnya.<\/p>\n<p>Bagian terbesar dari petani beras hidup dalam  kemiskinan.Ironisnya, justru mereka yangmenyediakan beras untuk seluruh bangsa.  Sangat tidak adil.<\/p>\n<p>Jadi dalam kontroversi harga beras murah atau  harga beras mahal, kebijakan Presiden hendaknya jelas, yaitu bahwaharga beras  harusmenjamin pendapatan yang layak buat petaninya. Ini berarti bahwa  beras harus dibeli dengan harga yang cukup tinggi untuk memberi pendapatan yang  memadai kepada para petani. <\/p>\n<p>Agar harga terjangkau buat rakyat banyak, BULOG menjual  dengan tingkat harga yang sesuai dengan daya beli masyarakat. Jadi BULOG  membeli dari petani dengan harga yang relatif tinggi guna menjamin pendapatan yang  memadai buat para petani, namun menjualnya dengan harga yang relatif rendah  guna menjamin terjangkaunya beras dan bahan pokok lainnya buat rakyat banyak.<\/p>\n<p>Apakah dengan demikian berarti bahwa BULOG harus selalu  merugi ? Tidak harus selalu merugi, karena berapa besar pendapatan BULOG dan  berapa besar jumlah uang yang harus dipakai untuk membeli beras dari para  petani sangat tergantung dari volume <em>supply<\/em> dan <em>demand<\/em>. Dalam hal <em>supply<\/em> banyak, harga yang menurun bisa  memberikan pendapatan yang mencukupi bagi para petani, tergantung dari  elastisitas harganya.<\/p>\n<p>Dengan memasukkan faktor impor dan ekspor, perbandingan  harga di paar internasional yang bisa berbeda dengan harga di dalam negeri juga  bisa memberikan kompensasi yang membuat BULOG impas, atau bahkan untung. Jelas  bahwa semuanya tergantung dari keseluruhan <em>supply<\/em> dan <em>demand<\/em> di dunia.<\/p>\n<p>Namun kalaupun BULOG harus merugi, apa salahnya menutup  kerugiannya dari APBN ? Mereka yang tidak menyetujui bahwa BULOG boleh merugi  yang ditutup dari APBN menganut faham bahwa pemerintah tidak boleh mengintervensi  bekerjanya mekanisme pasar, atau kita harus menjalankan liberalisasi yang  sejauh mungkin dalam perdagangan, walaupun menyangkut kebutuhan pokok rakyat  banyak.<\/p>\n<p>Liberalisasi dalam perdagangan beras dan bahan  pokok lainnya  memusnahkan kemampuan memproduksi sendiri, sehingga tergantung sepenuhnya pada  impor. Ini sangat besar resikonya, karena total volume  perdagangan beras dunia relatif kecil dibandingkan dengan kebutuhan Indonesia. <\/p>\n<p>Itulah  sebabnya proteksi dan dukungan kepada petani yang dimungkinkan oleh World Trade  Organisation (WTO) dimanfaatkan sepenuhnya oleh negara-negara termaju dan  terkaya yang memproteksi para petaninya. <\/p>\n<p>Sebagai  contoh, pemerintah Amerika Serikat selalu memproteksi  para petaninya dalam jumlah sampai trilyunan dollar AS. Demikian juga dengan  negara-negara Uni Eropa. Sangatlah konyol bahwa Tim Ekonomi Indonesia  dengan mashab liberalisme yang dihayatinya bagaikan agama, merasa tabu melakukan intervensi dan regulasi oleh pemerintah.<\/p>\n<p><strong>PENGATURAN  PERDAGANGAN KOMODITI PERTANIAN DAN IKAN<\/strong><\/p>\n<p>Pemerintah  perlu menciptakan organisasi penggabungan hasil pertanian dan hasil tangkapan  ikan yang dilelang sebagai <em>single seller <\/em>di  setiap sentra produksi. Volume diatur sampai elastisitas harga memungkinkan  untuk <br \/>\n  memberikan  pendapatan yang maksimal. Untuk menampung kelebihan produksi, pemerintah  mendirikan <em>cold storage<\/em> mini di  tempat-tempat pelelangan dan desa-desa nelayan untuk menyimpan sebagian dari  hasil tangkapan supaya tidak terjadi <em>over  supply<\/em>. Dalam tahapan selanjutnya, koperasi nelayan dibangun dan dibenahi  dengan mendirikan fasilitas <em>processing<\/em> pengawetan dan\/atau pengolahan sampai barang jadi seperti pengalengan.<\/p>\n<p>Bersama-sama  dengan petani, nelayan termasuk kelompok rakyat yang paling miskin dan sangat  tidak stabil pendapatannya. Di antara banyak faktor, dalam menjual hasil  tangkapannya, para petani dan nelayan berceceran menjual hasil tangkapannya  sendiri-sendiri, sedangkan pembelinya pemodal besar yang bercirikan  monopolistik. Harga  ditekan oleh para tengkulak dan pedagang yang relatif bermodal besar. Karena  mereka relatif juga lebih berpendidikan, mereka bekerja sama untuk menentukan  harga beli yang paling menguntungkan baginya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Masalah Pertanian, Transmigrasi dan Ketahanan Pangan tidak dapat dipisahkan yang satu dengan lainnya. Ketiga hal ini saling berkaitan. Karena itu kami satukan dalam satu bab. Berbicara tentang pertanian, kendala utama adalah pemilikan lahan oleh petani kita. Petani yang memiliki tanah sendiri tidak banyak. Dan yang dimiliki oleh para petani juga rata-rata hanya sekitar 0,3 hektar [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[25,3],"tags":[],"class_list":["post-781","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-platform-presiden-2014","category-politik"],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"http:\/\/kwikkiangie.com\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/781","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/kwikkiangie.com\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/kwikkiangie.com\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/kwikkiangie.com\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/kwikkiangie.com\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=781"}],"version-history":[{"count":3,"href":"http:\/\/kwikkiangie.com\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/781\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":784,"href":"http:\/\/kwikkiangie.com\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/781\/revisions\/784"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/kwikkiangie.com\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=781"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/kwikkiangie.com\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=781"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/kwikkiangie.com\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=781"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}