{"id":721,"date":"2014-01-19T14:45:18","date_gmt":"2014-01-19T07:45:18","guid":{"rendered":"http:\/\/kwikkiangie.com\/v1\/?p=721"},"modified":"2014-01-20T09:49:29","modified_gmt":"2014-01-20T02:49:29","slug":"platform-presiden-2014-2019","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/kwikkiangie.com\/v1\/2014\/01\/platform-presiden-2014-2019\/","title":{"rendered":"PLATFORM PRESIDEN 2014 \u2013 2019"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center;\"><strong>Oleh Kwik Kian Gie<\/strong><\/p>\n<p>PENGANTAR<\/p>\n<p>Setelah lengsernya Presiden Soeharto, kita memasuki era yang disebut \u201cEra Reformasi\u201d. Era ini diawali dengan amandemen UUD 1945 sampai empat kali sehingga menjadi bentuknya yang sekarang ini. UUD pasca amandemen juga disebut \u201cUUD 2002\u201d.<\/p>\n<p>Ciri pokok dari UUD 2002 yalah unsur-unsur liberalisme yang sangat jauh. Banyak yang mengatakan bahwa dalam proses amandemen, Tim yang menyusun rancangan amandemen \u201cditongkrongi\u201d oleh National Democratic Institute (NDI) yang ingin menjadikan Indonesia replika dari Amerika Serikat dalam sistem politiknya. Kalau memang benar demikian, adanya pendampingan oleh NDI sangat berhasil.<!--more--><\/p>\n<p>Namun keberhasilan buat NDI berarti malapetaka buat Indonesia. Kita saksikan infra struktur dan supra struktur politik yang secara prinsipiil menggerogoti kewibawaan para pengendali negara pada jenjang yang tertinggi nomor dua, yaitu para menteri. Dari Presdien sampai Bupati, para menterilah yang tidak mempunyai legitimasi atas dasar kehendak rakyat. Presiden, Gubernur, Walikota dan Bupati dipilih langsung oleh rakyat. Maka kalau kita bertolak dari ucapan vox populi vox dei atau suara rakyat adalah suara Tuhan, semua jabatan tinggi yang disebutkan tadi membawa suara Tuhan kecuali para menteri. Mereka membawa suara Presiden dan dapat dipecat oleh Presiden setiap saat.<\/p>\n<p>Maka sistem pemerintahan kita adalah sistem presidensiil. Namun dalam rohnya yang mencuat ke dalam perilaku, sikap dan sepak terjangnya, semua Presiden setelah pak Harto adalah parlementer. Dalam menyusun kabinet, Presiden sangat memperhitungkan supaya terdiri dari wakil-wakil dari partai-partai politik yang kalau dijumlah mempeoleh kedudukan mayoritas. Dan mayoritas itu adalah 50% + 1.Yang 50% + 1 ini menjuruskan pada pengambilan keputusan yang semakin lama semakin didasarkan atas pemungutan suara. Unsur musyawarah untuk mencapai mufakat oleh orang-orang bijak semakin luntur.<\/p>\n<p>Namun yang paling dahsyat yalah berkembangnya panggung politik kita menjadi panggung sandiwara nasional dengan berbagai nuansanya. Bagian terbesarnya bersifat pencitraan, tetapi tidak kurang yang sifatnya perbadutan.<\/p>\n<p>Dengan demikian kita saksikan setiap hari di media massa tidak adanya konsep atau platform yang jelas dari sekian banyaknya calon presiden. Yang mereka pertontonkan kepada rakyatnya hanyalah ucapan dan lenggak-lenggok yang ingin mengatakan betapa hebatnya mereka dari penampilannya, dari senyumnya, dari caranya menggendong dan mengusap kepala anak kecil. Yang dibicarkan bukan mengajukan langkah-langkah konkret menyelenggarakan negara, tetapi memasang iklan yang mahal buat dirinya, agar dikenal wajahnya dan dikenal betapa cintanya kepada rakyat kecil.<\/p>\n<p>Dengan demikian, kecuali harus memuji-muji diri sendiri yang sangat menjengkelkan banyak orang, harus mengeluarkan uang dalam jumlah sangat besar. Banyak yang menggadaikan hartanya atau berhutang. Maka kalau terpilih harus berkorupsi untuk dapat mengembalikan hutangnya.<\/p>\n<p>Sumbangsih pikiran tentang Platform Presiden 2014 -1019 berbentuk serial yang terdiri dari banyak tulisan, dan setiap tulisannya membahas konsep dari satu aspek atau bidang penyelenggaraan negara.<\/p>\n<p>Dengan menggunakan ICT, forum ini dapat dengan mudah memuat respons dari siapa saja untuk menanggapi apa yang kami kemukakan, sehingga pada forum ini terjadi diskusi yang konstruktif.<\/p>\n<p>Semoga bermanfaat.<\/p>\n<p>Kwik Kian Gie<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh Kwik Kian Gie PENGANTAR Setelah lengsernya Presiden Soeharto, kita memasuki era yang disebut \u201cEra Reformasi\u201d. Era ini diawali dengan amandemen UUD 1945 sampai empat kali sehingga menjadi bentuknya yang sekarang ini. UUD pasca amandemen juga disebut \u201cUUD 2002\u201d. Ciri pokok dari UUD 2002 yalah unsur-unsur liberalisme yang sangat jauh. Banyak yang mengatakan bahwa dalam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[25,3],"tags":[],"class_list":["post-721","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-platform-presiden-2014","category-politik"],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"http:\/\/kwikkiangie.com\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/721","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/kwikkiangie.com\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/kwikkiangie.com\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/kwikkiangie.com\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/kwikkiangie.com\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=721"}],"version-history":[{"count":1,"href":"http:\/\/kwikkiangie.com\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/721\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":722,"href":"http:\/\/kwikkiangie.com\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/721\/revisions\/722"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/kwikkiangie.com\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=721"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/kwikkiangie.com\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=721"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/kwikkiangie.com\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=721"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}