{"id":440,"date":"2012-04-11T15:34:54","date_gmt":"2012-04-11T08:34:54","guid":{"rendered":"http:\/\/kwikkiangie.com\/v1\/?p=440"},"modified":"2012-04-11T15:49:16","modified_gmt":"2012-04-11T08:49:16","slug":"kreativitas-fiskal-dan-pembodohan-terhadap-masyarakat-bagian-1-2","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/kwikkiangie.com\/v1\/2012\/04\/kreativitas-fiskal-dan-pembodohan-terhadap-masyarakat-bagian-1-2\/","title":{"rendered":"Kreativitas Fiskal dan Pembodohan Terhadap Masyarakat (Bagian 1)"},"content":{"rendered":"<style type=\"text\/css\">\n<!--\n.style3 {color: #0099FF}\n.style4 {color: #FF0000}\n.style5 {color: #996666}\n-->\n<\/style>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><strong>Oleh: Anthony Budiawan<br \/>\nDirektur Eksekutif \u2013 Indonesia Institute for Financial and Economic Advancement (IIFEA)<br \/>\nRektor \u2013 Institut Bisnis dan Informatika Indonesia (IBII)<\/strong><\/em><br \/>\n<a href=\"http:\/\/kwikkiangie.com\/v1\/wp-content\/uploads\/2012\/04\/Kreativitas-Fiskal-dan-Pembodohan-Terhadap-Masyarakat-Bagian-1.pdf\"><em>Download Artikel<\/em><\/a><\/p>\n<p align=\"justify\">Seorang Sultan dari Negeri RI memiliki tanah  yang sangat subur tetapi awalnya tidak sadar atas karunia tersebut. Sultan  didatangi oleh orang asing yang ingin mengelola tanah nan subur tersebut dengan  cara bagi hasil dengan pembagian 30% untuk asing dan 70% untuk Sultan.<\/p>\n<p><!--more--> <\/p>\n<p align=\"justify\">Dari pengelolaan tanah tersebut diperoleh  hasil sebanyak 100 unit Produk MB per tahun dengan pembagian 30 unit untuk pengelola  (mitra asing) dan 70 unit untuk Sultan. Dengan demikian, Sultan memperoleh 70  unit MB tanpa mengeluarkan biaya sama sekali (biaya = Rp 0). Sultan merasa  sangat beruntung dengan kerja sama tersebut.<\/p>\n<p align=\"justify\">Sultan sadar bahwa Produk MB ini sangat dibutuhkan  oleh rakyatnya, dan berjanji akan menggunakannya demi kepentingan, dan untuk kesejahteraan,  Rakyat RI. Oleh karena itu, Sultan memutuskan untuk menjual Produk MB tersebut di  dalam negeri dengan harga jual eceran Rp 1.000 per unit, sehingga Sultan  memperoleh Pendapatan sebesar Rp 70.000 (untuk 70 unit), tanpa mengeluarkan biaya  pengelolaan tanah (produksi). Untuk menjual Produk tersebut kepada masyarakat,  Sultan memerlukan Biaya Operasional (Logistik, Distribusi, dll) sebesar Rp  10.000 per tahun, sehingga tingkat keuntungan Sultan menjadi sebesar Rp 60.000,  seperti perhitungan berikut ini:<\/p>\n<table border=\"0\" cellspacing=\"0\" cellpadding=\"0\" width=\"600\">\n<tbody>\n<tr>\n<td>Pendapatan (Penerimaan)<\/td>\n<td>Rp 70.000 (70 unit @ Rp 1.000)<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Biaya Operasional (Logistik, Distribusi, dll)<\/td>\n<td><span style=\"text-decoration: underline;\">Rp 10.000 <\/span>-\/-<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong><span class=\"style1 style3\">Laba (atau Surplus)<\/span><\/strong><\/td>\n<td class=\"style1\"><span class=\"style3\"><strong>Rp 60.000<\/strong><\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p><strong><span style=\"text-decoration: underline;\"><br \/>\nPenciptaan  istilah \u201cSubsidi\u201d<\/span><\/strong><\/p>\n<p align=\"justify\">Sultan diberitahu oleh Para Pembantunya bahwa  harga Produk MB di luar negeri ternyata Rp 2.000 per unit. Namun, Sultan sadar sekali  bahwa harga jual tersebut terlalu tinggi untuk di dalam negeri. <\/p>\n<p align=\"justify\">Sultan adalah seorang yang sangat kreatif, dan  berpikir untuk mendirikan sebuah perusahaan, PT Pert-MB, yang ditugaskan khusus  untuk menjual dan mendistribusikan Produk MB di dalam negeri. Karena harga  Produk MB di luar negeri sebesar Rp 2.000 per unit, maka Sultan memutuskan  untuk menjualnya kepada PT Pert-MB dengan harga internasional tersebut. Tetapi,  Sultan sangat sadar bahwa rakyatnya tidak mampu membeli Produk MB dengan harga  Rp 2.000 per unit, dan menginstruksikan kepada PT Pert-MB untuk menjualnya  kepada rakyat dengan harga Rp 1.000. <\/p>\n<p align=\"justify\">PT Pert-MB tidak ada pilihan lain dan harus mentaati  keputusan ini, yaitu membeli Produk MB dari Sultan dengan harga Rp 2.000 per  unit dan menjualnya kepada masyarakat dengan harga Rp 1.000 per unit. Oleh  karena itu, PT Pert-MB tentu saja akan mengalami kerugian sebesar Rp 1.000 per  unit atau Rp 70.000 untuk 70 unit. Ditambah Biaya Operasional sebesar Rp 10.000  per tahun maka total kerugian PT Pert-MB akan menjadi Rp 80.000, di mana  kerugian ini akan diganti sepenuhnya oleh Sultan dengan istilah \u201cSubsidi MB\u201d.  Dengan bangga Sultan kemudian berkata kepada rakyatnya bahwa sekarang Sultan  memberi \u201cSubsidi MB\u201d kepada masyarakat (melalui PT Pert-MB) sebesar Rp 80.000  per tahun. \u201cSubsidi MB\u201dinilah yang selalu dikomunikasikannya kepada masyarakat,  dan masyarakat sangat senang atas kebaikan hati Sultan.<\/p>\n<p> <strong><u>Pembukuan  PT Pert-MB<\/u><\/strong><\/p>\n<table border=\"0\" cellspacing=\"0\" cellpadding=\"0\" width=\"600\">\n<tbody>\n<tr>\n<td>Penjualan MB kepada masyarakat<\/td>\n<td>Rp\u00a0\u00a0 70.000 (70 unit @ Rp 1.000)<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Pembelian MB dari Sultan<\/td>\n<td><u>Rp  140.000<\/u> (70 unit @ Rp 2.000) -\/-<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span class=\"style4\">Rugi<\/span> Penjualan  sebelum Biaya Operasional<\/td>\n<td>Rp\u00a0\u00a0 70.000<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Biaya Operasional (Logistik, Distribusi, dll)<\/td>\n<td><u>Rp\u00a0 \u00a010.000<\/u> +\/+<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span class=\"style4\">Total Kerugian<\/span> yang harus di-\u201csubsidi\u201d<\/td>\n<td>Rp\u00a0\u00a0 80.000<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span class=\"style4\">\u201cSubsidi\u201d dari Sultan<\/span><\/td>\n<td><span class=\"style4\"><u>Rp\u00a0 \u00a080.000<\/u> -\/-<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Total<\/td>\n<td>Rp\u00a0\u00a0 0 (nihil)<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p><\/p>\n<p align=\"justify\">Akan tetapi, benarkah demikian? Seorang  ekonom, KKG, yang sangat kritis terhadap hitung-hitungan seperti ini dibuat  terheran-heran, dan bertanya-tanya, mengapa negeri nan subur ini memerlukan  subsidi Produk MB dari Sultan: pada awalnya Sultan memperoleh Laba (Surplus)  sebesar Rp 60.000, tetapi kemudian berbalik menjadi memberi \u201cSubsidi\u201d sebesar  Rp 80.000 (yang dikomunikasikan kepada masyarakat sebagai Kerugian), sedangkan  di dalam praktek sehari-hari KKG tidak melihat ada perubahan apapun pada penjualan  Produk MB di dalam negeri, baik dalam jumlah produksi, konsumsi maupun harga  per unit produk MB. <\/p>\n<p align=\"justify\">Selidik punya selidik, KKG kemudian memperoleh fakta  dari Nota Keuangan Sultan di mana tercatat ada Pendapatan yang berasal dari  penjualan Produk MB kepada PT Pert-MB sebesar Rp 140.000 per tahun, yaitu 70  unit @ Rp 2.000. Di samping itu, dalam Nota Keuangan yang sama KKG juga melihat  ada Belanja \u201cSubsidi MB\u201d kepada PT Pert-MB sebesar Rp 80.000 per tahun. Dengan  demikian, Sultan seharusnya masih memperoleh Surplus sebesar Rp 60.000 (persis  seperti pada awal transaksi sebelum PT Pert-MB didirikan).<\/p>\n<p><strong><span style=\"text-decoration: underline;\">Nota  Keuangan Sultan terkait Produk MB<\/span><\/strong><\/p>\n<table border=\"0\" cellspacing=\"0\" cellpadding=\"0\" width=\"600\">\n<tbody>\n<tr>\n<td>Pendapatan (dari PT Pert-MB)<\/td>\n<td>Rp 140.000  (70 unit @ Rp 2.000)<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td class=\"style2 style4\">\u201cSubsidi MB\u201d (kepada PT  Pert-MB)<\/td>\n<td class=\"style2 style4\"><span style=\"text-decoration: underline;\">Rp    80.000<\/span> (lihat pembukuan PT Pert-MB di  atas) -\/-<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td class=\"style1 style3\">Laba (Surplus)<\/td>\n<td class=\"style1 style3\">Rp    60.000<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p><\/p>\n<p align=\"justify\" style=\"text-align: justify;\">Oleh  karena itu, KKG kemudian mengambil kesimpulan bahwa subsidi yang di-<em>claim<\/em> oleh Sultan selama ini sebenarnya  hanyalah sebuah ilusi saja, imajinasi saja. Subsidi tersebut sebenarnya tidak  pernah ada. Faktanya, Sultan malah memperoleh Laba (Surplus) sebesar Rp 60.000  per tahun seperti perhitungan yang ada dalam Nota Keuangan Sultan yang  ditampilkan oleh KKG di atas.<\/p>\n<p><strong><span style=\"text-decoration: underline;\">Istilah  \u201cSubsidi\u201d yang Semakin Populer, dan Pembodohan terhadap Masyarakat<\/span><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sangat  mengejutkan, harga Produk MB di luar negeri naik pesat menjadi Rp 2.400 per  unit pada tahun berikutnya. Melihat perkembangan tersebut, Sultan kemudian meminta  PT Pert-MB untuk membeli Produk tersebut dengan harga yang sama dengan harga  luar negeri, yaitu Rp 2.400 per unit, tetapi menginstruksikannya untuk menjualnya  di pasar domestik dengan harga yang sama, yaitu Rp 1.000 per unit, di mana  total Kerugian PT Pert-MB tersebut akan diganti sepenuhnya (dengan kata lain,  di-\u201csubsidi\u201d) oleh Sultan. Oleh karena itu, total kerugian PT Pert-MB yang akan  \u201cdisubsidi\u201d oleh Sultan menjadi Rp 108.000 seperti perhitungan berikut:<\/p>\n<p><strong><span style=\"text-decoration: underline;\">Pembukuan  PT Pert-MB<\/span><\/strong><\/p>\n<table border=\"0\" cellspacing=\"0\" cellpadding=\"0\" width=\"600\">\n<tbody>\n<tr>\n<td>Penjualan Produk MB kepada masyarakat<\/td>\n<td>Rp\u00a0\u00a0  70.000 (70 unit @ Rp 1.000)<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Pembelian Produk MB dari Sultan<\/td>\n<td><u>Rp 168.000<\/u> (70 unit @ Rp 2.400) -\/-<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span class=\"style4\">Rugi<\/span>  Penjualan sebelum Biaya Operasional<\/td>\n<td>Rp\u00a0\u00a0 98.000<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Biaya Operasional (Logistik, Distribusi, dll)<\/td>\n<td><u>Rp\u00a0 \u00a010.000<\/u> +\/+<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span class=\"style4\">Total kerugian<\/span> yang harus di-\u201csubsidi\u201d<\/td>\n<td>Rp  108.000<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span class=\"style5\">\u201cSubsidi\u201d dari Sultan<\/span><\/td>\n<td><span class=\"style5\"><u>Rp  108.000<\/u> -\/-<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Total<\/td>\n<td>Rp\u00a0 0 (nihil)<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p><\/p>\n<p align=\"justify\">\nSultan  kemudian dengan bangga mengumumkan kepada Rakyat RI bahwa \u201cSubsidi\u201d yang  diberikan oleh Sultan kepada masyarakat (melalui PT Pert-MB) meningkat dari Rp  80.000 menjadi Rp 108.000 karena harga Produk MB di dalam negeri tidak  dinaikkan sesuai harga di luar negeri (artinya, harga Produk MB di dalam negeri  tetap Rp 1.000 per unit). KKG sekali lagi mengintip Nota Keuangan Sultan, dan  menyajikan data tersebut sebagai berikut.<\/p>\n<p><strong><span style=\"text-decoration: underline;\">Nota  Keuangan Sultan terkait Produk MB<\/span><\/strong>\n<\/p>\n<table border=\"0\" cellspacing=\"0\" cellpadding=\"0\" width=\"600\">\n<tbody>\n<tr>\n<td>Pendapatan (dari PT Pert-MB)<\/td>\n<td>Rp 168.000  (70 unit @ Rp 2.400)<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td class=\"style5\">\u201cSubsidi MB\u201d (kepada PT Pert-MB)<\/td>\n<td class=\"style5\"><span style=\"text-decoration: underline;\">Rp 108.000<\/span> (lihat pembukuan PT  Pert-MB di atas) .\/-<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td class=\"style1 style3\">Laba (Surplus)<\/td>\n<td class=\"style1 style3\">Rp    60.000<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p><strong><span style=\"text-decoration: underline;\"><br \/>\nKesimpulan<\/span><\/strong><\/p>\n<p align=\"justify\">Ternyata, KKG melihat fakta (dari Nota  Keuangan Sultan) bahwa Sultan masih tetap memperoleh surplus sebesar Rp 60.000:  yaitu, penjualan kepada PT Pert-MB sebesar Rp 168.000 (70 unit @ Rp 2.400)  dikurangi \u201cSubsidi MB\u2019 kepada masyarakat sebesar Rp 108.000).<\/p>\n<p align=\"justify\">KKG mengangguk-angguk tanda mengerti, dan  dalam batin dia mengatakan: tentu saja surplus tersebut tidak berubah, yaitu  tetap Rp 60.000, karena kondisi di dalam negeri juga tidak berubah, dan sangat  jelas bahwa kondisi di luar negeri tidak ada hubungannya dengan di dalam negeri.<\/p>\n<p align=\"justify\">Tetapi, kebanyakan masyarakat, termasuk para  intelektual, sudah sangat terpikat dengan pencitraan Sultan yang dianggap sangat  bermurah hati karena memberi \u201cSubsidi MB\u201d kepada masyarakat dalam jumlah besar.<\/p>\n<p align=\"justify\">Tetapi, sangat sayang bagi Sultan bahwa pembodohan ini  tidak akan berlangsung lama lagi karena masyarakat sudah mulai tersentak dan  tersadar dengan data yang disajikan oleh KKG, bahwa selama ini mereka dibodohi  saja dengan istilah \u201cSubsidi MB\u201d. Kita tunggu saja reaksi masyarakat  selanjutnya.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/kwikkiangie.com\/v1\/2012\/04\/kreativitas-fiskal-dan-pembodohan-terhadap-masyarakat-bagian-2-2\/\"><em>Bersambung  ke Bagian 2 &#8230;..<\/em><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Anthony Budiawan Direktur Eksekutif \u2013 Indonesia Institute for Financial and Economic Advancement (IIFEA) Rektor \u2013 Institut Bisnis dan Informatika Indonesia (IBII) Download Artikel Seorang Sultan dari Negeri RI memiliki tanah yang sangat subur tetapi awalnya tidak sadar atas karunia tersebut. Sultan didatangi oleh orang asing yang ingin mengelola tanah nan subur tersebut dengan cara [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4,8],"tags":[],"class_list":["post-440","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ekonomi","category-subsidi-bbm"],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"http:\/\/kwikkiangie.com\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/440","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/kwikkiangie.com\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/kwikkiangie.com\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/kwikkiangie.com\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/kwikkiangie.com\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=440"}],"version-history":[{"count":3,"href":"http:\/\/kwikkiangie.com\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/440\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":449,"href":"http:\/\/kwikkiangie.com\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/440\/revisions\/449"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/kwikkiangie.com\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=440"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/kwikkiangie.com\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=440"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/kwikkiangie.com\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=440"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}