{"id":398,"date":"2012-04-11T13:12:04","date_gmt":"2012-04-11T06:12:04","guid":{"rendered":"http:\/\/kwikkiangie.com\/v1\/?p=398"},"modified":"2012-04-11T15:50:25","modified_gmt":"2012-04-11T08:50:25","slug":"kreativitas-fiskal-dan-pembodohan-terhadap-masyarakat-bagian-3","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/kwikkiangie.com\/v1\/2012\/04\/kreativitas-fiskal-dan-pembodohan-terhadap-masyarakat-bagian-3\/","title":{"rendered":"Kreativitas Fiskal dan Pembodohan Terhadap Masyarakat (Bagian 3)"},"content":{"rendered":"<style type=\"text\/css\">\n<!--\n.style4 {color: #996666}\n.style5 {color: #0099FF}\n.style6 {color: #FF0000}\n-->\n<\/style>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><strong>Oleh: Anthony Budiawan<br \/>\nDirektur Eksekutif \u2013 Indonesia Institute for Financial and Economic Advancement (IIFEA)<br \/>\nRektor \u2013 Institut Bisnis dan Informatika Indonesia (IBII)<\/strong><\/em><br \/>\n<a href=\"http:\/\/kwikkiangie.com\/v1\/wp-content\/uploads\/2012\/04\/Kreativitas-Fiskal-dan-Pembodohan-Terhadap-Masyarakat-Bagian-3.pdf\"><em>Download Artikel<\/em><\/a><\/p>\n<p align=\"justify\">Ringkasan bagian sebelumnya, Sultan Negeri RI  bekerja sama dengan Mitra Asing mengelola tanah nan subur ini, dan menghasilkan  100 unit Produk MB per tahun dengan pembagian 30%, atau 30 unit, untuk Mitra  Asing dan 70%, atau 70 unit, untuk Sultan. Pada awalnya, 70 unit Produk MB ini  jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.<\/p>\n<p><!--more--><\/p>\n<p align=\"justify\">Tetapi, perkembangan akhir-akhir ini cukup  membuat Sultan pusing. Pasalnya, produksi dalam negeri menurun, sedangkan Mitra  Asing juga meminta bagi hasil produksi dirubah akibat biaya kelola tanah (yang  dinamakan <em>cost recovery<\/em>) meningkat:  bagi hasil yang pada awal kesepakatan sebesar 30% untuk Mitra Asing dan 70%  untuk Sultan minta dirubah menjadi 33,33% (atau 1\/3 bagian) untuk Mitra Asing  dan 66,67% (atau 2\/3 bagian) untuk Sultan. Selain itu, permintaan konsumsi Produk  MB di dalam negeri meningkat sehingga kebutuhan dalam negeri tidak dapat lagi  dipenuhi oleh produksi dalam negeri, tetapi harus dipenuhi juga dari impor. Negeri  RI sekarang sudah menjadi negara <em>Net  Importir<\/em> Produk MB.<\/p>\n<p align=\"justify\">Dari data terakhir tercatat bahwa hasil  produksi pengelolaan tanah hanya mencapai 90 unit Produk MB. Dengan kesepakatan  bagi hasil yang terakhir, Mitra Asing memperoleh 1\/3 bagian atau 30 unit Produk  MB, sedangkan Sultan akan memperoleh 2\/3 bagian atau 60 unit Produk MB. Seluruh  Rakyat RI tidak ada yang mengetahui, secara sadar atau tidak sadar, bahwa  penurunan produksi hasil kelola Mitra Asing dari 100 unit menjadi 90 unit tidak  membuat bagian perolehan Mitra Asing turun: Mitra Asing tetap memperoleh 30  unit. Artinya, seluruh penurunan produksi tersebut dibebankan kepada Sultan  melalui kesepakatan bagi hasil yang baru akibat <em>cost recovery<\/em> naik. Bukan sulap dan bukan magic, tetapi nyata  terjadi di Negeri RI yang tercinta ini: penurunan produksi yang dilakukan oleh  Mitra Asing sebagai pengelola tanah tidak membuat perolehan mereka turun. <\/p>\n<p align=\"justify\">Seperti diuraikan di atas, konsumsi Produk MB  di dalam negeri meningkat terus dari 70 unit per tahun menjadi 75 unit per  tahun. Karena Sultan sekarang hanya memperoleh 60 unit dari pengelola Mitra  Asing, maka Sultan harus mengimpor Produk MB sebanyak 15 unit untuk memenuhi total  kebutuhan dalam negeri. <\/p>\n<p align=\"justify\">Nasib baik tidak berpihak pada Sultan, harga Produk  MB di luar negeri naik sangat pesat belakangan ini, menjadi rata-rata Rp 4.000  per unit dari (harga sebelumnya sebesar Rp 3.000 unit). Melihat perkembangan  yang sangat mengkhawatirkan ini, Pembantu Keuangan Sultan mulai menghitung  apakah keuangan Sultan masih aman. Seperti biasa, Pembantu Keuangan sangat  terperanjat melihat hasil perhitungannya, dan segera menghadap Sultan, melaporkan  bahwa posisi keuangan Sultan dalam bahaya besar dan akan jebol apabila harga Produk  MB di dalam negeri (yang sebesar Rp 1.500 per unit) tidak dinaikkan: \u201cSubsidi  MB\u201d akan melonjak lagi, dan kali ini tidak tanggung-tanggung, dari Rp 115.000  pada tahun sebelumnya menjadi Rp 197.500 pada tahun ini, seperti terlihat dalam  perhitungan di bawah ini.<\/p>\n<p><strong><u>Pembukuan  PT Pert-MB<\/u><\/strong>\n  <\/p>\n<table width=\"600\" border=\"0\" cellspacing=\"0\" cellpadding=\"0\">\n<tr>\n<td>Penjualan MB kepada masyarakat (75 unit @ Rp  1.500)<\/td>\n<td>&nbsp;<\/td>\n<td>Rp 112.500<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Pembelian MB dari Sultan (60 unit @ Rp 4.000)<\/td>\n<td>Rp 240.000<\/td>\n<td>&nbsp;<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Pembelian MB Impor (15 unit @ Rp 4.000)<\/td>\n<td><u>Rp\u00a0\u00a0 60.000<\/u> +\/+<\/td>\n<td>&nbsp;<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Total Pembelian MB<\/td>\n<td>&nbsp;<\/td>\n<td><u>Rp  300.000<\/u> -\/-<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span class=\"style6\">Rugi<\/span> Penjualan  sebelum Biaya Operasional<\/td>\n<td>&nbsp;<\/td>\n<td>Rp 187.500<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Biaya Operasional (Logistik, Distribusi, dll)<\/td>\n<td>&nbsp;<\/td>\n<td><u>Rp\u00a0\u00a0 10.000<\/u> +\/+<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span class=\"style6\">Total Kerugian <\/span>yang harus di-\u201csubsidi\u201d<\/td>\n<td>&nbsp;<\/td>\n<td>Rp 197.500<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span class=\"style4\">\u201cSubsidi\u201d dari Sultan<\/span><\/td>\n<td><span class=\"style4\"><\/span><\/td>\n<td><span class=\"style4\"><u>Rp 197.500<\/u> -\/-<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Total<\/td>\n<td>&nbsp;<\/td>\n<td>Rp\u00a0 0 (nihil)<\/td>\n<\/tr>\n<\/table>\n<p><\/p>\n<p align=\"justify\">Mendengar laporan tersebut, Sultan langsung segera  tampil di depan publik, tentu saja sambil berkeluh kesah seperti biasanya,  menyampaikan bahwa keuangan negara sedang mengalami kesulitan yang maha dahsyat  akibat kenaikan harga Produk MB di luar negeri yang sangat tinggi, ditambah jumlah  impor yang cukup tinggi karena konsumsi dalam negeri meningkat sedangkan produksi  dalam negeri menurun sehingga seluruh kebutuhan dalam negeri tidak dapat  dipenuhi dari hasil produksi dalam negeri.<\/p>\n<p align=\"justify\">Sekali lagi, Sultan mohon dengan sangat agar Rakyat RI  dapat mengerti bahwa harga Produk MB di pasar domestik terpaksa harus dinaikkan  lagi, menjadi Rp 2.500 per unit, <strong><u>demi  menyelamatkan<\/u><\/strong> keuangan Sultan. Dengan cara ini diharapkan beban  \u201cSubsidi MB\u201d dapat ditekan untuk tidak naik terlalu tajam, hanya naik dari Rp  115.000 menjadi Rp 122.500, seperti terlihat pada perhitungan di bawah ini:<\/p>\n<p><strong><u>Pembukuan  PT Pert-MB<\/u><\/strong>\n<\/p>\n<table width=\"600\" border=\"0\" cellspacing=\"0\" cellpadding=\"0\">\n<tr>\n<td>Penjualan MB kepada masyarakat (75 unit @ Rp  2.500)<\/td>\n<td>&nbsp;<\/td>\n<td>Rp 187.500<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Pembelian MB dari Sultan (60 unit @ Rp 4.000)<\/td>\n<td>Rp 240.000<\/td>\n<td>&nbsp;<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Pembelian MB Impor (15 unit @ Rp 4.000)<\/td>\n<td><u>Rp\u00a0\u00a0 60.000<\/u> +\/+<\/td>\n<td>&nbsp;<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Total Pembelian<\/td>\n<td>&nbsp;<\/td>\n<td><u>Rp 300.000<\/u> -\/-<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span class=\"style6\">Rugi<\/span>  Penjualan sebelum Biaya Operasional<\/td>\n<td>&nbsp;<\/td>\n<td>Rp 112.500<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Biaya Operasional (Logistik, Distribusi, dll)\u00a0<\/td>\n<td>&nbsp;<\/td>\n<td><u>Rp\u00a0\u00a0 10.000<\/u> +\/+<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span class=\"style6\">Total Kerugian<\/span> yang harus di-\u201csubsidi\u201d<\/td>\n<td>&nbsp;<\/td>\n<td>Rp 122.500<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span class=\"style4\">\u201cSubsidi\u201d dari Sultan<\/span><\/td>\n<td><span class=\"style4\"><\/span><\/td>\n<td><u><span class=\"style4\">Rp 122.500<\/span><\/u><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Total<\/td>\n<td>&nbsp;<\/td>\n<td>Rp\u00a0 0 (nihil)<\/td>\n<\/tr>\n<\/table>\n<p><\/p>\n<p align=\"justify\">Setelah sekian lama mengikuti alur pikiran  Sultan dan para pembantunya terkait \u201cSubsidi MB\u201d ini, KKG sudah paham benar  bagaimana cara Para Pembantu Sultan menyampaikan dan menyembunyikan informasi  yang membodohi masyarakat ini. Lagi-lagi KKG mengintip Nota Keuangan Sultan dan  membeberkannya sebagai berikut:<\/p>\n<p><strong><u>Nota  Keuangan Sultan terkait Produk MB<\/u><\/strong>\n  <\/p>\n<table width=\"600\" border=\"0\" cellspacing=\"0\" cellpadding=\"0\">\n<tr>\n<td>Pendapatan (dari PT Pert-MB)<\/td>\n<td>Rp 240.000  (60 unit @ Rp 4.000)<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span class=\"style4\">\u201cSubsidi MB\u201d (kepada PT Pert-MB)<\/span><\/td>\n<td><span class=\"style4\"><u>Rp 122.500<\/u> (lihat pembukuan PT  Pert-MB di atas) -\/-<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span class=\"style5\">Laba (Surplus)<\/span><\/td>\n<td><span class=\"style5\">Rp 117.500<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/table>\n<p><\/p>\n<p align=\"justify\">Dari Nota Keuangan Sultan dapat dibaca bahwa  keuangan Sultan sebenarnya mengalami Surplus yang lebih besar dari tahun  sebelumnya, yaitu dari Rp 95.000 menjadi Rp 117.500, akibat kenaikan harga  domestik yang disesuaikan dengan kenaikan harga internasional, yaitu Rp 1.000  per unit, meskipun jumlah Produk MB yang diterima oleh Sultan (dari bagi hasil  kelola tanah dengan Mitra Asing) turun dari 70 unit menjadi 60 unit dan jumlah  impor naik dari 0 unit menjadi 15 unit. <\/p>\n<p align=\"justify\">Para Pembantu Sultan sekali lagi mensosialisasikan  bahwa Sultan sebenarnya sangat bermurah hati karena meningkatkan jumlah \u201cSubsidi  MB\u201d dari Rp 115.000 menjadi Rp 122.500, meskipun ada kenaikan harga domestik  menjadi Rp. 2.500 per unit. Artinya, kenaikan harga domestik tersebut  sebenarnya tidak terlau besar untuk dapat mencukupi kenaikan harga  internasional serta kenaikan jumlah impor, di mana dapat dilihat\u00a0 dari jumlah \u201cSubsidi MB\u201d yang masih meningkat.  Tetapi, informasi bahwa Surplus Produk MB mengalami peningkatan dari Rp 95.000  menjadi Rp 117.500 seperti terbaca dari Nota Keuangan Sultan, tidak akan pernah  terungkap apabila ekonom yang bernama KKG tidak menelanjanginya.<\/p>\n<p align=\"justify\">Masyarakat kini sudah mengerti benar duduk  perkaranya, dan segera akan meminta pendapat Majelis Para Rakyat atau Majelis  Konstitusi Rakyat untuk menurunkan fatwanya apakah Sultan boleh dengan seenaknya  menaikkan harga domestik Produk MB sesuai dengan harga internasional sedangkan  nyata-nyata Surplus di dalam Nota Keuangan Sultan terkait Produk MB malah  bertambah besar akibat kenaikan harga tersebut. <\/p>\n<p align=\"justify\">Kita tunggu jawaban Majelis Para Rakyat atau  Majelis Konstitusi Rakyat, dan kita lihat apakah mereka masih mempunyai rasa  empati terhadap Rakyat, dan pantas menyandang kata Rakyat dibelakang kata  Majelis.<\/p>\n<p align=\"center\"><em>&#8212; Selesai &#8212;<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Anthony Budiawan Direktur Eksekutif \u2013 Indonesia Institute for Financial and Economic Advancement (IIFEA) Rektor \u2013 Institut Bisnis dan Informatika Indonesia (IBII) Download Artikel Ringkasan bagian sebelumnya, Sultan Negeri RI bekerja sama dengan Mitra Asing mengelola tanah nan subur ini, dan menghasilkan 100 unit Produk MB per tahun dengan pembagian 30%, atau 30 unit, untuk [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4,8],"tags":[],"class_list":["post-398","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ekonomi","category-subsidi-bbm"],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"http:\/\/kwikkiangie.com\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/398","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/kwikkiangie.com\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/kwikkiangie.com\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/kwikkiangie.com\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/kwikkiangie.com\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=398"}],"version-history":[{"count":15,"href":"http:\/\/kwikkiangie.com\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/398\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":451,"href":"http:\/\/kwikkiangie.com\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/398\/revisions\/451"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/kwikkiangie.com\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=398"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/kwikkiangie.com\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=398"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/kwikkiangie.com\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=398"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}